Thursday, October 11, 2012

Tazkirah Jumaat

As salam semua, tazkirah ini saya petik dari satu email seorang sahabat, moga kita sama-sama dapat manfaat dari tazkirah ini, insyaallah...

Hari Jumat adalah hari yang mulia dan umat islam seluruh pelusuk dunia memuliakannya. Keutamaan yang besar tersebut menuntut umat islam untuk mempelajari petunjuk Rasulullah SAW dan sahabatnya, bagaimana seharusnya menyambut hari tersebut agar amal kita tidak sia-sia dan mendapat pahala dari Allah SWT. 
Berikut ini adalah beberapa adab yang harus diperhatikan dan diamalkan bagi setiap muslim yang ingin menghidupkan syariat Nabi SAW pada hari Jumaat.

1. Memperbanyakkan selawat ke atas Nabi SAW

Rasulullah SAW bersabda yang mafhumnya, “Sesungguhnya hari yang paling utama bagi kalian adalah hari Jumaat, maka perbanyakkanlah selawat kepadaku di dalamnya, kerana selawat kalian akan ditunjukkan kepadaku, para sahabat berkata: ‘Bagaimana ditunjukkan kepadamu sedangkan engkau telah menjadi tanah?’ Nabi bersabda: ‘Sesungguhnya Allah mengharamkan bumi untuk memakan jasad para Nabi.” (Shohih. HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, An-Nasa’i)

2. Mandi Jumaat

Mandi pada hari Jumaat wajib hukumnya bagi setiap muslim yang baligh berdasarkan hadis Abu Sa’id Al Khudri, di mana Rasulullah bersabda yang mafhumnya, “Mandi pada hari Jumaat adalah wajib bagi setiap orang yang baligh.” (HR. Bukhori dan Muslim). Mandi Jumat ini diwajibkan bagi setiap muslim laki-laki yang telah baligh, tetapi tidak wajib bagi anak-anak, wanita, orang sakit dan musafir. Sedangkan waktunya adalah sebelum berangkat solat Jumat. Adapun tata cara mandi Jumaat ini adalah seperti halnya mandi janabah biasa. Rasulullah bersabda yang mafhumnya, “Barang siapa mandi Jumaat seperti mandi janabah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

3. Menggunakan Minyak Wangi

Rasulullah SAW bersabda yang mafhumnya, “Barang siapa mandi pada hari Jumaat dan bersuci semampunya, lalu memakai minyak rambut atau minyak wangi kemudian berangkat ke masjid dan tidak memisahkan antara dua orang, lalu solat sesuai yang ditentukan baginya dan ketika imam memulai khutbah, ia diam dan mendengarkannya maka akan diampuni dosanya mulai Jumat ini sampai Jumat berikutnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

4. Bersegera Untuk Berangkat ke Masjid

Anas bin Malik berkata, “Kami berpagi-pagi menuju solat Jumaat dan tidur siang setelah solat Jumaat.” (HR. Bukhari). Al Hafidz Ibnu Hajar berkata, “Makna hadis ini iaitu para sahabat memulai solat Jumaat pada awal waktu sebelum mereka tidur siang, berbeza dengan kebiasaan mereka pada solat zuhur ketika panas, sesungguhnya para sahabat tidur terlebih dahulu, kemudian solat ketika matahari telah rendah panasnya.” (Lihat Fathul Bari II/388)

5. Solat Sunat Ketika Menunggu Imam atau Khatib

Abu Huroiroh Radhiallahu ‘anhu menuturkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barang siapa mandi kemudian datang untuk solat Jumaat, lalu ia solat semampunya dan dia diam mendengarkan khutbah hingga selesai, kemudian solat bersama imam maka akan diampuni dosanya mulai jumaat ini sampai jumaat berikutnya ditambah tiga hari.” (HR. Muslim)

6. Tidak Duduk dengan Memeluk Lutut Ketika Khatib Berkhutbah

“Sahl bin Mu’ad bin Anas mengatakan bahwa Rasulullah melarang Al Habwah (duduk sambil memegang lutut) pada saat shlat Jumaat ketika imam sedang berkhutbah.” (Hasan. HR. Abu Dawud, Tirmidzi)

7. Solat Sunat Setelah Solat Jumaat

Rasulullah bersabda yang mafhumnya, “Apabila kalian telah selesai mengerjakan sholat Jumat, maka    sholatlah empat rakaat.” Amr menambahkan dalam riwayatnya dari jalan Ibnu Idris, bahwa Suhail berkata, “Apabila engkau tergesa-gesa karena sesuatu, maka solatlah dua rakaat di masjid dan dua rakaat apabila engkau pulang.” (HR. Muslim, Tirmidzi)

8. Membaca Surat Al Kahfi

Nabi bersabda yang artinya, “Barang siapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jumaat maka Allah akan meneranginya di antara dua Jumaat.” (HR. Imam Hakim dalam Mustadrok, dan beliau mensahihkannya)

Demikianlah sekelumit etika yang seharusnya diperhatikan bagi setiap muslim yang hendak menghidupkan ajaran Nabi Muhammad SAW di hari Jumaat. Semoga kita menjadi hamba-Nya yang sentiasa di atas sunnah Nabi-Nya dan selalu istiqomah di atas jalan-Nya.

Insyaallah...


No comments:

Post a Comment